Jumat, 28 Juni 2013

Sungai Serayu

Sungai Serayu “The Pikas”
28 Juni 2013
  
The Pikas Bannyu Woong punya
          The Pikas, namanya terdengar lucu dan unik. Awalnya aku ga ngerti apa itu. Aku kira semacam nama lelucon mirip kayak tokoh kartun pikachu atau semacamnya. Hahaha, ternyata itu singkatan dari “Pinggiran Kali Serayu” lucu memang. The Pikas berada di Base Camp Bannyu Woong. Disini tempatnya santai, teduh dan yang paling penting adalah free wifi. Muantab!
Penampang Sungai Serayu
     Sungai Serayu adalah sungai yang membentang di Desa Kutayasa Kecamatan Madukara Kabupaten Banjarnegara Jawa Tengah. Sepanjang pengelihatan, sungai ini memiliki karakteristik yang agak mirip dengan Sungai Lekso yang ada di Blitar. Bedanya penampang Sungai Serayu jauh lebih lebar. 20-30 meter, bahkan dibeberapa titik bisa sampai 50-200 meter. Debet airnya yang normal berkisar antara 40-55m3/s. Di sungai ini uda ada 3 operator yang siap melayani tamu untuk arung jeram. Ada Operator Banyu Wong, Serayu Adventure Indonesia dan Atas Serayu Adventure. Letak base camp Banyu Wongdan Serayu Adventure Indonesia berseberangan hanya terpisah oleh Sungai Serayu itu sendiri. Sedang Atas Serayu ada di tepi sungai depan jeram batu kodok.
Action di Jeram Asyik

Semangat melewati jeram
Jeram maskot Serayu "Jeram Guide" sering bikin flip perahu
          Trip pengarungan disini ada long trip dan trip pendek dengan beberapa pilihan start point. Ada start Belimbing 24 km, Tunggoro 16km, Randegan 14km, Boja 12km dan trip Seruling Mas 10km. Hari ini 28 Juni 2013 aku dan 7 teman ada Hilman Fajar S., Maria Dewi O., Syntia Ana S., Rahayu Simanjuntak, Agung Permadi, Risky Kurniawan dan Sayyidi Ainul Yaqin mencoba trip panjang start Belimbing. Jeram demi jeram kami lewati mulai dari jeram welcome, jeram cawet, jeram guide, jeram S1, S2, S3, jeram tangga, jeram junjugan, jeram gentong, jeram prigi, jeram panjang, jeram Dwi, jeram double drop, jeram fliper 1, fliper 2, batu kodok, keriting, tangga, tabrak boja, asik, dan maaasih banyak lagi.
        Hari ini perahu base marine yang punya body bongsor yang aku tumpangi. Awalnya lancar. Kami lakukan scouting tiap sebelum jeram. Sampai akhirnya perahuku flip di jeram no name. Bebebebe, awalnya perahu masuk dijalur kanan, kemudian badan perahu kanan naik keatas tebing. Dan karena tabung kiri kena arus kuat, maka miringlah perahu itu ke kanan. Waktu itu mas Lisik (guide Banyu Wong) sempat nahan pake tangan pegangan ke tebing. Aku, Sayyidi, Risky dan Syntia mencoba untuk bebani tabung kanan. Tapi tiba-tiba dari belakang, bluppp, perahu Hojo yang diskipperi oleh Maria menabrak tabung perahu kiri kami yang uda separo masuk air. Akhinya....wuuuup,, fliplah perahu kami. Blummmm, tahan nafas beberapa menit dibawah perahu. Yang aku lihat Cuma air beriak diatas. Berusaha ambil nafas diantara tabung perahu, tapi akhirnya berhasil juga keluar dari perahu, meskipun 1-2 liter air sepertinya masuk ke perut. Hahaha
Foto bersama di start point Tunggoro
          Sungai Serayu cocok sekali untuk melatih skill baca arus. Penampangnya yang lebar membuat skipper harus berkonsentrasi terus untuk mencari jalur yang paling tepat. Kemampuan manuver menjadi hal penting setiap akan memasuki jeram. Yang paling seru disini adalah standing wavenya. Bbebebe, muantab pokoknya. Bikin badan terciprat air, dan ini adalah bagian yang paaaling aku suka. Sungai ini juga lengkap, punya flat seperti Brantas, bebatuan seperti lekso, drop-dropan dan hole seperti pekalen, pokonya lengkap banget deh....
Perahu masuk standing wave hingga tak nampak

Pinggiran kali serayu resto Bannyu Woong punya

Pose

Mentari pagi di Sungai Serayu
Kegiatan rutin "self rescue"

Kamis, 27 Juni 2013














Doa Kami Selalu Menyertaimu,
Mbak Sylficia Dwi Karyaningsih
27 Juni 2013

        9 tahun silam engkau melakukan perjuangan sama seperti yang kami lakukan saat ini. Berbekal semangat suci mengemban tugas mengarungi Sungai Serayu. Tragedi 9 September 2004 mungkin menjadi hari yang sangat bersejarah bagi organisasi kita tercinta IMPALA UB. Kepergianmu dikala itu meninggalkan bekas luka dalam dihati kami semua, keluarga yang menyayangimu. Namun lantunan doa kami akan senantiasa terpanjatkan sepanjang hayat IMPALA UB.
        Mbak Dwi, begitulah kami menyapamu sebagai panggilan yang akrab ditelinga kami. Meskipun kita tidak pernah bertemu, namun semangat perjuanganmu masih kami rasakan hingga detik ini. Hari ini kami datang mengunjungi memorialmu di Sungai Serayu. Kami panjatkan doa bersama untukmu. Kepergianmu telah membawa kami kepada standart pengarungan yang lebih safety dan banyak sekali pelajaran yang kami dapatkan dari sana. Tidak banyak orang yang mengenalmu, namun dimata kami engkau adalah seorang pahlawan bagi organisasi IMPALA UB.
Terima kasih Mbak Dwi, semoga engkau selalu bahagia berada disisi-Nya....


Selasa, 25 Juni 2013

Hanya Tentang Rasa Pagi Ini

Hari ini 26 Juni 2013
Tulisan ini tanpa tujuan

Aku gak tau sedang merasakan apa. Badanku sakit, kepala pusing, dadaku sesak, apalagi setelah menerima kabar buruk kemarin malam. Aku ga bisa cerita kesiapapun, cuma blog ini tempat aku bisa leluasa membicarakan segala hal yang ga bisa kuceritakan kepada orang lain.

Hari ini aku akan berangkat ke Banjarnegara, Sungai Serayu untuk mengemban tugas mendampingi adek-adek 36 pengarungan hingga 2 Juli 2013.

Pagi ini aku harus mbetulin sendal gunungku yang talinya putus, harus nyebar surat peminjaman alat, padahal aku harus segera pulang ke rumah untuk check up kondisiku. Aku juga belum packing dan persiapan lainnya. Ada pula 1 tugas UAS RUA yang hari ini harus kutitipkan ke temanku karena nanti sore aku uda berangkat.

Aku senang, karena akhirnya harapan adek-adek ke Serayu bisa terwujud. Sebagai pendamping rasanya senannng sekali. Aku berharap kali ini berjalan lancar tanpa hambatan. Semua selamat hingga kembali ke BT. 

Setelah aplikasi ini aku harus memulihkan kondisi. Paru-paruku butuh perhatian untuk sembuh.
Bismillahirrahmanirrahiim....

Minggu, 23 Juni 2013

Hari ini 23 Juni 2013
PARU-PARU BASAH?

          5 hari terhitung mundur dari hari ini aku merasakan perasaan yang berbeda akan diriku. Ya, ya, ya. Semenjak di vonis dokter aku ternyata sedang sakit paru-paru basah rasanya seperti kehilangan sesuatu atau merasa ada yang hilang dari diri ini. Sama sekali gak nyangka bahwa batukku yang gak sembuh-sembuh selama 3 bulan ini berujung pada kenyataan yang mengiris hati. Padahal aku kira batuk flu biasa.
          Bronchitis akut – atau yang dikenal juga dengan Paru-paru Basah – merupakan gangguan kesehatan yang terjadi ketika saluran bronchial dalam paru-paru terendam dengan air. Saluran bronchial ini kemudian akan membengkak dan memproduksi lendir, yang menyebabkan timbulnya batuk-batuk.
Penyakit ini sering timbul setelah adanya infeksi saluran pernapasan atas (ISPA), seperti pilek. Sebagian besar gejala bronchitis akut seperti sakit di dada, sesak napas, dll biasanya bertahan hingga 2 minggu, namun batuknya bisa terus bertahan hingga 8 minggu pada kasus tertentu. (http://www.tipsbayi.com/bronchitis-paru-paru-basah-bronchiolitis.html)
          Kata dokter waktu itu, penyakitku ini disebabkan karena gaya hidup yang kurang sehat. Kena angin waktu berkendara tanpa pengaman dada/ angin malam, asap rokok (perokok aktif maupun pasif), polusi udara, polusi air, dan kondisi badan yang terlalu lelah akibat terlalu banyak aktifitas. Ya, memang rasa-rasanya kata dokter ini benar adanya dengan kondisiku. Mangkannya teman-teman harus hati-hati. Pakailah jaket waktu bersepeda, jangan dekat dengan teman yang lagi merokok. Karena meskipun kita ga ikutan merokok, tapi asap rokok yang mengandung bahan-bahan berbaya itu ikutan masuk ke paru-paru kita. Polusi, aku emang seorang rafter, setiap arung jeram sudah jelas bahwa polusi air pastilah merasuk kedalam tubuhku ini, meskipun aku baru menyadarinya setelah rasa sakit dan sesak didada timbul. Hoby boleh saja, tapi harus kita kontrol kuantitasnya. Kondisi kelelahan? Ini mengakibatkan antibody tubuh kita menurun, sehingga virus Respiratory Syncytial Virus (RSV), Adenovirus, Influenza dan Parainfluenza mudah berkembang dan menjadi biang penyakit Bronchitis. Ya, seingatku begitulah aku, banyak aktifitas tiada henti, tidur larut malam, olahraga berat, semua aku lakukan. Terahir periksa darahku cuma 100. ;(
         Gejala demi gejala memang aku alami tanpa aku menyadarinya mulai dari :
  1. Batuk berdahak (pada hari-hari pertama mungkin batuk kering). Ini datang paling lama dan sampai sekarang 3 bulan.
  2. Rasa sakit di dada. Setiap habis lantap lari pasti dadaku sakit, atau kena angin.
  3. Rasa lelah. Aku kurang merasakan kalau ini, sebab selelah apapun pasti aku menghibur diri untuk melupakannya.
  4. Sakit kepala ringan. Kalau ini aku lumayan sering juga. Cuma ga pernah aku tanggepin. Takut dibilang manja ama teman-teman.
  5. Sakit-sakit pada badan. Ya, terutama pas mau tidur. Pasti aku bingung cari posisi agar badan kerasa lebih enakan.
  6. Demam. Seingatku aku pernah 3 kali demam hebat. Pertama pas habis ORAD Sungai Brantas, kedua pas lagi rapat di gudang atas (Mbak Erma seniorku yang tau waktu itu), ketiga pas pulang dari Sungai Pekalen,
  7. Mata berair, waktu itu pernah aku seminggu pakai kacamata gara-gara mataku berair terus. Sampai diejekin ama Mas Jack dan Mas Khori.
  8. Sakit tenggorokan. Ini hampir tiap selesai ORAD pasti aku rasakan.
          Aku jadi berfikir mungkin memang ini saatnya Tuhan memperingatkanku agar aku bisa ciptakan pola hidup sehat. Harapanku, orang disekelilingkupun setidaknya mau mendukung demi kesembuhanku. Karena aku butuh suport dan aku ga mau operasi. Sebab kata dokter, kalau cairan dalam paru-parunya uda melebihi ambang batas maka harus disedot. Pliiiiis,,, aku ga mau, ga mauuuuu. T_T. Terkadang tiba-tiba aku jadi melemah kalau mikirin ini, Tapi aku yakin, pasti bisa sembuh.

Selasa, 07 Mei 2013

Risty Krisinggih
22 Maret 2013
KRISIS MORALITAS, PERGESERAN NILAI DAN NORMA

    Akhir-akhir ini saya terinspirasi untuk menuangkan sedikit pandangan saya mengenai moralitas bangsa Indonesia diera globalisasi yang semakin tak terkendali perkembangannya baik dari segi ilmu pengetahuan maupun teknologi. Tanpa kita sadari, dewasa ini telah terjadi pergeseran makna pandangan hidup, ideologi, tata budaya maupun nilai dan norma. Jika ditinjau disekeliling kita, sebenarnya bangsa Indonesia saat ini tidak lagi mencerminkan jati diri Bangsa Indonesia. Pertama, timbulnya implikasi bahwa terjadi perubahan pandangan terhadap nilai dan norma yang telah menjadi budaya Bangsa Indonesia, yang telah dianut dan dipercaya sejak zaman nenek moyang dan merupakan titik awal lahirnya ideologi bangsa yang selanjutnya kita pelajari sebagai identitas dan karakteristik bangsa pada pelajaran kewarganegaraan Indonesia. Namun agaknya nilai-nilai itu kemudian mengalami pergeseran makna seiring dengan kemajuan IPTEK yang seharusnya justru dapat menunjang kemajuan bangsa. Contohnya seperti pergeseran pandangan terhadap pelaku-pelaku tindak asusila/zina yang zaman ini dianggap sudah biasa dan tidak ada hukuman yang dapat membuat jera pelakunya. Pasalnya hal ini dianggap sangat tabu oleh bangsa Indonesia pada massa sejarah. Bahkan pelaku zina bisa dihukum secara fisik maupun moril oleh masyarakat disekelilingnya, seperti diarak keliling kampung, diusir dari desa dan mendapatkan hinaan serta diskriminasi seumur hidup. Namun yang terjadi saat ini tidak demikian. Remaja dari berbagai tingkatan usia mulai dari SMP hingga perguruan tinggi tidak lagi menjunjung nilai-nilai moralitas yang dulu dianggap sangat sakral. Dewasa ini banyak contoh kasus remaja yang hamil diluar nikah akibat perzinaan yang dilakukan. Namun yang menjadi pertanyaan apakah mereka menyesal? Apakah mereka mendapat hukuman fisik atau moral? Apakah mereka terdiskriminasi dari lingkungan? Apakah mereka malu dengan tindakan zina yang seharusnya kita sebut aib ini? jawabannya adalah tidak. Cukup dengan kedua pelaku dinikahkan maka semua permasalahan akan selesai. Tidak ada rasa malu, tidak ada rasa takut, yang lebih parah hal ini kemudian dianggap sebagai hal biasa oleh pelaku maupun masyarakat sekitar.Padahal hal ini sunguh bertolak dengan ideologi bangsa dan ajaran agama.
    Kedua, pergeseran nilai moralitas selanjutnya adalah mengenai kejujuran. Dewasa ini kejujuran dirasa sesuatu yang sangat mahal harganya karena kejujuran sulit dicari. Praktek korupsi, kolusi dan nepotisme bukan lagi menjadi sebuah hal yang sulit dilakukan. Dalam berbagai situasi hal ini sangat mungkin terjadi mengingat banyaknya celah-celah kesempatan yang ada. semua kembali kepada pilihan hidup seseorang. Namun Indonesia sebagai negara berkembang sungguh membutuhkan kader-kader pemimpin yang jauh dari ketidakjujuran dan pantang melakukan tindakan amoral seperti KKN. Lalu, lagi-lagi yang menjadi pertanyaan adalah bagimanakah hukum di Indonesia yang menjerat pelaku-pelaku KKN ini? Sudah sebandingkah dengan perbuatannya? Jawabannya adalah tergantung money. Pada kenyataannya pelaku-pelaku KKN akan mendapat hukuman ringan asalkan mereka memiliki uang. Bahkan fasilitas didalam penjarapun bisa dibeli. Mau ada televisi, layanan telepon atau yang lainnya tinggal beli. Jdi, apakah ini yang disebut keadilan?
    Ketiga, adalah perasaan kebanggaan atas bangsa Indonesia, Sudahkah kita bangga menjadi bangsa Indonesia? Kenyataannya, kita bangga ketika mengkonsumsi barang impor. Ibu-ibu akan senang memamerkan tas barunya dari S    ingapura ketika menunggu anaknya yang sedang belajar disekolah TK bersama ibu-ibu lainnya. Kita merasa memiliki nilai lebih ketika mengkonsumsi barang-barang buatan negara lain. Hal ini tidak dapat dipungkiri karena telah terjadi pergeseran nilai akan kebanggaan barang produksi Indonesia. Namun hal ini akan menjadi realita yang sulit dan tidak ada jalan keluarnya ketika produk dalam negeri belum mampu bersaing masalah kualitas dengan produk luar. Inilah yang selanjutnya dijadikan alasan untuk berbangga dengan mengkonsumsi produk luar. Padahal ini bisa menjadi suatu bahan evaluasi bagi produsen untuk lebih meningkatkan kualitasnya agar Bangsa Indonesia berani bangga dengan produk Indonesia bahkan mengekspor barang dan bersaing dengan produk luar negeri. Yang terjadi saat ini adalah Indonesia menjadi negara yang mengekspor bahan mentah dan kemudian mengimpor produk turunan. Contoh nyata adalah coklat. Ya, tentu semua orang mengenal makanan satu ini. Rasa dan manfaatnya bagi kesehatan membuat permintaan akan coklat di Indonesia tinggi. Pada kenyataannya Indonesia merupakan negara beriklim tropis yang sangat berpotensi untuk menghasilkan komoditas kakao yang merupakan bahan dasar coklat. Suatu kebanggaan ketika kita mampu mengekspor komoditas kakao ke luar negeri. Namun yang miris adalah kita sebagai negara penghasil komoditas kakao namun kita sendiri mengimpor coklat dari luar negeri. Lalu apa yang salah pada negeri ini?
    Kempat, kemajuan teknologi telah membawa dampak positif dan juga negatif bagi Bangsa Indonesia. Segala macam pekerjaan dapat dilakukan dengan efektif dan efisien dengan adanya teknologi. Misalnya mesin perajang tembakau telah meminimalisir tenaga perajang tembakau dan mempersingkat waktu dalam perajangannya. Dan tentu saja banyak contoh teknologi lain yang sering kita manfaatkan. Namun bagaimanakah dampak negatifnya? Agaknya kemajuan teknologi ini membawa budaya-budaya baru yang tidak sesuai dengan nilai dan norma. Contohnya, media internet telah menjadi suatu bank informasi besar yang dapat diakses dengan mudah oleh siapapun. Entah itu berupa informasi yang bermanfaat atau bahkan sebaliknya. Hal ini pula yang dapat memicu terjadinya ketimpangan sosial dan pergeseran nilai dan kepribadian orang Indonesia ketika apa yang diakses itu merupakan hal buruk yang berpengaruh tehadap pola pikir dan perilaku. Namun kemajuan teknologi ini tidak dapat kita hindari sebagai makhluk modern yang membutuhkan berbagai tekhnologi untuk meringankan segala macam pekerjaan kita.
    Banyak sekali permasalahan yang diakibatkan oleh krisis moralitas dan pergeseran nilai dan norma. Penanganan terhadap hal ini tidak dapat dilakukan secara singkat, namun butuh suatu proses berlanjut dan berkesinambungan serta telaah serta pemahaman ulang akan ideologi Bangsa Indonesia sebagai panduan dan pandangan hidup Bangsa Indonesia. Salah satunya adalah melalui pendidikan yang berbasis moralitas. Pendidikan yang berlandaskan nilai-nilai kebudayaan. Calon-clon pemimpin Indonesia dilahirkan dari kalangan akademisi. Oleh karena itu pembentukan pengkaderan yang bagus perlu diterapkan sejak dini, dan disini lembaga pendidikan memiliki peran yang sangat penting. Selain itu lingkungan keluarga dan lingkungan pergaulan juga menjadi faktor yang dapat membentuk karakter, kepribadian dan moral. Keluarga justru bertindak sebagai problem solver yang vital dan primer akan pembentukan karakter calon-calon pemimpin. Oleh karena itu, pengkondisian lingkungan keluarga yang sehat perlu ditanamkan oleh orangtua kepada anak-anaknya sejak dini. Jika nilai-nilai kebangsaan dan moralitas yang baik di infuskan sejak dini, maka akan tercipta pribadi yang sehat sebagai calon-calon pemimpin bangsa.
    Indonesia membutuhkan orang-orang yang jujur, berkualitas, bermoral dan berilmu pengetahuan yang tinggi untuk mewujudkan Indonesia maju dan bebas dari segala bentuk KKN dan kejahatan. Indonesia membutuhkan orang-orang yang memiliki semangat tinggi untuk terus berinovasi mengembangkan pengetahuan dan teknologi. Untuk itu, marilah kita manjadi bagian warga negara yang sehat moral dan akhlak untuk membangun Indonesia maju. Hiduplah Indonesiaku!

Senin, 18 Maret 2013

19 MARET DATANG LAGI ^_^

19 Maret 2013

19 Maret 1993 Ibuku dengan susah payah telah melahirkanku, dan mereka berdua orangtuaku telah membesarkan dan mendidikku hingga saat ini.

Semoga keselamatan dan anugerah tuhan senantiasa melimpahi setiap detik dalam hidup mereka.

Nafas pagi ini adalah nafas penuh nikmat dan anugerah yang masih dititipkan Tuhan kedalam jiwaku dengan segala indera yang diberikan lengkap sempurna.

Melalui waktu demi waktu pertanda jatah umur semakin berkurang, namun rasa syukur tetap terpanjatkan karena masih diberi kehidupan dengan orang-orang tersayang disekeliling.

Semoga umurku yang semakin bertambah seiring dengan bertambahnya kesejahteraan keluargaku, ilmuku, tanggung jawabku dan kebahagiaan orang-orang disekelilingku.

PELAJARAN HARI INI

15 Maret 2013
Risty Krisinggih

KECELAKAAN MAUT LALU LINTAS
    Hari ini aku berangkat dari rumah Pujon ke Malang. Seperti biasanya aku nyupir motor sambil menyanyi nyanyi mulai dari lagu indo, manca, dari A sampai Z. Kali ini perjalananku aku lalui dengan was-was mengingat STNK motorku yang sepertinya diilangin sama Reza temenku. Uda gitu tiba tiba ujan deres melanda pas aku nyampe Kota Batu. Tapi berkat jas hujan, aku masih bisa lanjutkan perjalanan sementara orang-orang pada berteduh di tepi-tepi ruko sepanjang jalan.
    Pas nyampe di Beji di sekitar Singhasari, tiba-tiba lalu lintas macet dan akupun injak rem belakang dalam-dalam sebab kampas rem ku memang harusnya minta diganti. Aku deg-degan kalau-kalau ada razia motor didepan. Sempat terbesit juga mungkin saja itu macet akibat ada kendaraan yang pengen keluar dari Singhasari. Lajuku pelan sekali bahkan kedua kakiku sampe harus napak di jalanan aspal yang basah kuyup akibat air hujan. Pas aku nyampe 10 meter setelah pertamakali macet, alangkah terkejutnya ketika aku toleh ke kanan jalan arah arus balik. AAAAAAAAA, sempat kehilangan konsentrasi mengemudi sesaat sampai aku tersadar kembali saat mobil belakang mengklakonku. Betapa tidak, di kanan jalan terdapat 1 mobil dengan 1 motor yang terjepit dibawahnya. Dan dibelakang mobil itu tergeletak seorang manusia yang sudah tersungkur bersimbah darah merah segar ditutupin jaket di seperempat bagian atas tubuhnya. Oh nooooooo, itu nampaknya bukan lagi seorang manusia, melainkan sesosok mayat. Nampak jelas darah itu bergelinang hebat disekitar mayat sampai hampir memenuhi jalan bagian kanan. Kejadian itu nampak jelas dimataku meskipun tersamar-samar oleh orang-orang berpayung yang mengelilinginya, meskipun hujan deras mengguyur kawasan itu dan membuat helmku berembun, dan meskipun tak lama aku terjebak dalam situasi itu.
    Astaghfirullahhaladziiiiim, Astaghfirullahhaladziiiiim. Dalam hati aku langsung istighfar dan tiba-tiba tanganku melemas dan jantungku berdebar seperti ketakutan yang amat sangat. 3 menit setelah itu aku coba keluar dari situasi yang mencekam hati dan fikiranku itu dan kembali konsentrasi terhadap apa yang sedang aku lakukan, yaitu mengendarai sepeda motor di antara hujan lebat. Kemudian aku berfikir agar lebih hati-hati dalam berkendara saat itu, karena bisa saja kejadian tadi terjadi padaku kapanpun atau bahkan saat ini. Gambaran jelas situasi yang terekam tadi membuat aku terus berfikir akan kematian. Kematian bisa datang kapan saja tanpa mengenal waktu dan juga tempat. Ya Allah, semoga senantiasa aku diberikan keselamatan begitu juga dengan kedua orangtuaku. Ambilah nyawaku dengan keadaan yang baik, yang khusnul khatimah. Aku terus berdoa sampai berlinang airmata dibalik kaca helmku.
    Sejatinya manusia memang pada akhirnya akan bertemu dengan maut atau kematian. Dan pelajaran hari ini adalah aku senantiasa ingat kembali akan adanya hari kematianku. Sehingga menjadi lebih hati-hati dalam bertindak dan bertutur kata. Sebab besok aku matipun siapa tau. Dan semoga orang yang kutemui tadi cepat diberi pertolongan untuk setidaknya jasadnya tidak tergelimpang ditengah jalan dan kehujanan. Amiiiin.